Categories: SMK

Metode Pendidikan Baru Di Indonesia Dievaluasi Kaku dan Hampa Makna Tahun 2024

Pengamat pendidikan Mohammad Abduhzen menilai pendidikan di Indonesia terlalu kaku, birokratis dan seperti hampa makna.

Pasalnya pengaplikasian cara pelajaran yang digunakan dinilai amat terpaku pada standar-standar, pada sasaran beban kurikulum, hampa makna, dan dimungkinkan kurang pragmatis.

“Seandainya cara tersebut masih dilakukan di Indonesia, karenanya akan menciptakan sarjana yang kurang berkwalitas,” ujarnya kepada Arah.com, ketika dimintai respon berhubungan peringatan Hardiknas 2 Mei, Sabtu (2/5/2020).

Kekakuan pelajaran tersebut dievaluasinya tak cuma di tingkatan pendidikan dasar saja, namun sampai tingkatan perguruan tinggi.

Adanya musibah Covid-19 ini, imbuhnya pendidikan kita seperti dipaksa untuk berubah, bukan saja teladan pelajaran, namun juga menginspirasi perihal orientasi.

“Aku kira hikmah corona ini makin mensupport pandangan baru mereka belajar,” katanya lagi.

Kendati demikian, solusi yang diinginkan olehnya merupakan pendidikan memang perlu perubahan yang menyeluruh. Mulai dari arah, tujuan, orientasi sampai aspek-aspek operasional, dan kebermanfaatan produk.

Kontaminasi perilaku birokasi

Selain itu, Abduhzen mengatakan, progres akademik pendidikan slot gacor gampang menang di Indonesia terkontaminasi oleh perilaku birokrasi.

“Guru mengalami birokratisasi sehingga sempit, kaku, dan formalistik,” katanya lagi.

Sementara itu, Konsultan Pendidikan dan karier, CEO Jurusanku.com, Ina Liem menilai pendidikan di Indonesia belum membaik.

Contohnya dari segi infrastruktur di daerah tertinggal, masih banyak dijumpai gedung dan fasilitas yang belum memadai.

“Untuk situasi home learning ketika ini, semisal, belum segala daerah terjangkau dunia maya, Pun ada yang belum punya akses ke TVRI,” ujar Ina ketika dihubungi terpisah oleh, Sabtu (2/5/2020).

Untuk mengembangkan cara pendidikan yang sudah dilakukan, karenanya dibutuhkan pemetaan lebih-lebih dahulu.

“Untuk daerah tertinggal semisal, ukuran keberhasilan mungkin bisa dinilai dari jumlah peserta ajar yang memang sudah meningkat,” katanya lagi.

Mengutip laporan The Need for a Pivot to Learning: New Data on Adult Skills, para pemuda Jakarta berusia 25-26 tahun, imbuhnya mempunyai kesanggupan literasi lebih rendah dari alumnus SMP di Denmark.

Dari laporan tersebut, dirinya mengambil resume bahwa pendidikan di Indonesia belum membaik.

admin shaya2

Recent Posts

Sistem Pendidikan Dasar Dari Negara Brunei Darussalam

Sistem Pendidikan Dasar di Brunei Darussalam Struktur Pendidikan: Pendidikan di Brunei Darussalam terdiri dari beberapa…

1 jam ago

Elemen yang Mempengaruhi Pendidikan di Indonesia, Apa Saja Ya ?

Sepatutnya diakui bahwa mutu pendidikan di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Banyak unsur yang memberi pengaruh…

1 hari ago

Opsi Jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan jalanan pengajaran menengah yang populer di Indonesia. SMK menawarkan beragam…

5 hari ago

Deretan Aktor dan Artis yang Bintangi MV Come Back To Me Milik RM BTS

  Jelang perilisan album solo keduanya Right Place, Wrong Person (RPWP), RM BTS hasilnya meluncurkan…

1 minggu ago

Informasi Hati Muda Malaysia, Alumnus Perguruan Tinggi Tidak Jamin Bekerja

Sebuah kuesioner menyebut 72,1 persen tamatan Sijil Pelajaran Malaysia (SPM) atau SMA, ogah melanjutkan sekolah.…

1 minggu ago

Sistem Pendidikan Tinggi Di Malaysia

Sistem pendidikan tinggi di Malaysia memiliki beberapa karakteristik yang menarik. Berikut adalah gambaran umum tentang…

2 minggu ago