DPR Minta Nadiem Jelaskan Alasan Hapus Pramuka dari Ekskul Wajib

Komisi Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi “Menetapkan apa yang mendasari peniadaan kegiatan ekstrakurikuler dan jalan pramuka, mengingat kerja ini menurut kami sangat penting, terutama dalam pembentukan karakter siswa dan siswi,” kata Agustina.

Saluran YouTube Parlemen, Rabu. Agustina meyakini kegiatan ekstrakurikuler slot online 777 dan tamasya sangat penting bagi pengembangan karakter siswa Indonesia, termasuk pendidikan dalam praktik sehari-hari.

Oleh karena itu pemerintah harus bisa memberikan pendidikan yang sama seperti sebelumnya kepada pramuka, namun dengan nuansa baru. “Karakternya sama (seperti pramuka masa lalu) namun bisa dibentuk oleh (model) pramuka masa kini dan gaya yang lebih modern dan kekinian sehingga anak-anak bisa mengikuti gerak pramuka dan sesuatu yang menyenangkan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menghapus revisi sebagai kegiatan wajib di sekolah. Hal ini tertuang dalam UU No. 12 Tahun 2024 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi tentang sistem pendidikan peserta didik, jenjang sekolah dasar dan menengah, pasal 34, bab V, bab h.

“Undang-undang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di sekolah dasar dan menengah kini dibatalkan atau dinyatakan tidak berlaku,” bunyi keputusan yang tertulis dalam keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Hukum dan pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler wajib yang pertama kali terdapat dalam Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014, khusus Pasal 2. Sedangkan dalam peraturan perundang-undangan terbaru, kegiatan ekstrakurikuler pramuka tidak lagi bersifat wajib atau sukarela.

“Pendaftaran siswa pada kegiatan ekstrakurikuler bersifat sukarela,” sebagaimana tertulis dalam Pasal 24 Undang-Undang 12 Tahun 2024 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.